IMG_0284

Detrenz.com, Jakarta, 27 Oktober 2025 – Dunia wirausaha Indonesia bersiap menyambut babak baru yang lebih agresif dan terarah. Hari ini, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bidang XII – Investasi dan Hubungan Internasional secara resmi mengumumkan kolaborasi strategisnya dengan PT Heritage Amanah International (HAI) melalui peluncuran Elite Investment Club (EIC).

Platform ini bukan sekadar klub, melainkan ekosistem kolaborasi investasi yang bertujuan fundamental: memperkuat literasi finansial sekaligus membuka akses modal seluas-luasnya bagi pengusaha muda di Tanah Air.

HIPMI, yang telah berdiri tegak selama 53 tahun, dikenal sebagai wadah kolaborasi anak-anak muda yang ingin berkontribusi di bidang ekonomi, dengan prediksi anggota mencapai 2 juta orang dan dukungan para senior yang terinklusif di kancah ekonomi internasional, HIPMI menyadari adanya tantangan besar. Chairman HIPMI & Head of Commission XII, M. Aaron Sampetoding, menjelaskan, “Tantangan yang dirasakan oleh Indonesia adalah pandangan yang masih sebelah mata terhadap wirausaha, terutama dari sisi akses permodalan.”

Namun, setelah menemukan mitra yang tepat dan berpengalaman di bidangnya, keyakinan HIPMI untuk melangkah lebih jauh semakin mantap. Aaron melanjutkan, “Kolaborasi dengan HAI, yang memiliki networking luas dan sangat berpengalaman, membuat HIPMI yakin untuk bergabung dengan EIC. Harapannya, kami bisa berkembang dan maju dari segala penjuru negeri, baik secara investasi maupun pengembangan bisnis.”

Latar belakang peluncuran EIC sangat mendesak, data statistik menunjukkan bahwa persentase wirausaha di Indonesia masih berada di bawah 3% dari total populasi. “Masalah inilah yang sudah lama diidentifikasi oleh HIPMI dan minimnya literasi finansial dan akses modal yang terbatas menjadi dua hambatan terbesar bagi pengusaha muda untuk naik kelas.

Salina Nordin, Founder & Group CEO PT Heritage Amanah International, menjelaskan cara kerja EIC yang sangat simpel namun berdampak. HAI sendiri telah dipercaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama hampir 10 tahun untuk memberikan nasihat dan pendidikan finansial, terutama karena minimnya literasi finansial. “Saat ini, literasi finansial anak muda masih minim, hanya sekitar 54% yang memahami. Melalui EIC, kami bersama-sama HIPMI memberikan edukasi kepada para anggota untuk belajar dan beraksi dalam investasi,” ujar Salina.

HAI membawa pengalaman globalnya, dengan anggota yang tersebar baik di Indonesia maupun internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah. Platform ini dirancang untuk segera beraksi (action), tidak hanya teori, menjembatani kesenjangan antara potensi pengusaha muda dan permodalan yang cerdas.

Kolaborasi antara HIPMI dan HAI ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar penyediaan dana sesaat. Aaron mengungkapkan bahwa kerja sama HIPMI dengan HAI telah terjalin selama dua tahun. “Kami berharap ini bisa jangka panjang, bukan hanya solusi dan investment sementara,” harapnya.

Visi jangka panjang kolaborasi ini sangat ambisius. HIPMI berharap kesuksesan bagi para anggotanya, dan melihat HAI sebagai mitra yang sangat cermat dalam melihat peluang investasi. “HIPMI sendiri melihat target menjadi empat besar organisasi pengusaha terbesar di Indonesia dan hadir di tingkat mahasiswa agar teman-teman bisa mengakses kapabilitas dan mengembangkan usaha,” tambah Aaron.

Salina menambahkan dimensi global dalam visi tersebut. “Dengan EIC, tujuannya bukan hanya growth di Indonesia, tetapi juga mempersiapkan anggota untuk bersaing di global marketThis is the time. Di era digital ini, akses hanya satu klik, namun bagaimana kita tahu mana investasi terbaik?”

Untuk memastikan EIC dapat diakses secara merata, Salina menjelaskan target awal yang terukur. Target investor awal ditetapkan sebesar 5.000 USD, dengan harapan dapat merekrut 10 Anggota Baru dalam kurun waktu satu tahun pertama. Angka ini dibuat untuk menarik anggota yang serius untuk berinvestasi dan belajar secara berkelanjutan.

Peluncuran Elite Investment Club ini menandai momen penting. Ini adalah perpaduan kekuatan jaringan pengusaha muda terbesar (HIPMI) dengan keahlian investasi dan literasi finansial global (HAI). Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi ekosistem wirausaha di Indonesia, mengubah pandangan sebelah mata menjadi spotlight peluang, dan membawa pengusaha muda Indonesia berkiprah di pasar dunia.