
Detrenz.com, 10 Februari 2026 – Kuala Lumpur — Pengabdian yang dilakukan tanpa sorotan kamera akhirnya berbuah pengakuan lintas negara. Sugioto, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Rico, resmi menerima Bintang Kehormatan Jasa Bakti dari Scout Pengakap Malaysia – Dato’ Sri Dr. Chong Lian Foo – Charter President of Malaysia Scout Club.
Penghargaan ini diberikan kepada Sugioto sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi sosial, dan komitmen kemanusiaan yang konsisten ia jalani selama bertahun-tahun.
Bintang kehormatan tersebut merupakan anugerah resmi Kelab Pengakap Malaysia yang diberikan kepada individu yang dinilai berjasa, tidak hanya bagi organisasi kepanduan, tetapi juga bagi masyarakat luas. Penghargaan ini disahkan melalui mekanisme musyawarah internal dan diterbitkan secara resmi dalam dua kategori, yakni Emas dan Perak, sebagai simbol tingkat pengabdian dan dampak kontribusi penerima.
Bagi Rico, momen ini bukan sekadar seremoni. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai kehormatan besar yang turut dirasakan oleh keluarga besarnya. Menurutnya, tidak pernah terlintas dalam bayangan bahwa langkah-langkah kecil yang ia lakukan selama ini justru membawanya pada pengakuan internasional, terlebih di negara tetangga.

“Ini suatu kebanggaan dan kehormatan yang luar biasa bagi saya dan keluarga besar. Jujur, ini bukan sesuatu yang pernah saya rencanakan,” ujar Rico usai menerima anugerah di Kuala Lumpur. Ia menambahkan, bahkan dalam mimpi sekalipun, ia tak pernah membayangkan bisa menerima dua kehormatan sekaligus selama berada di Malaysia.
Penghargaan Jasa Bakti Scout Pengakap Malaysia sendiri memiliki makna simbolis yang kuat. Bentuk bintangnya berlapis warna emas atau perak, berpijar merah dengan enam penjuru, melambangkan solidaritas, keberanian, dan persaudaraan sejati. Reben biru tua yang menyertainya menjadi simbol kesungguhan misi, visi kepanduan, serta kejujuran dan keikhlasan dalam pengabdian.
Rico menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir dari apa yang ia lakukan. Menurutnya, semua yang ia jalani berangkat dari prinsip sederhana: berbuat untuk orang banyak tanpa membeda-bedakan latar belakang. Konsistensi itulah yang kemudian, tanpa disadari, terpantau oleh rekan-rekan seprofesi, termasuk dari komunitas di luar Indonesia.
“Semua ini terjadi karena apa yang saya lakukan selama ini, yaitu berbuat untuk orang banyak tanpa pilih-pilih. Rupanya, itu sampai termonitor oleh teman-teman seprofesi di negara tetangga dan komunitas lainnya,” kata Rico. Baginya, pengabdian sejati memang tidak selalu membutuhkan pengakuan, namun ketika datang, ia menjadi pengingat akan tanggung jawab yang lebih besar.
Penghargaan ini juga menegaskan bahwa kontribusi sosial tidak mengenal batas geografis. Apa yang dilakukan di satu wilayah dapat berdampak dan diapresiasi di tempat lain, selama dijalankan dengan ketulusan dan konsistensi. Dalam konteks ini, Rico menjadi contoh bagaimana kerja sunyi mampu menembus sekat negara.
Kelab Pengakap Malaysia sendiri dikenal memiliki standar ketat dalam pemberian anugerah kehormatan. Setiap penerima dicatat secara resmi, diberikan nomor penghargaan, dan diabadikan dalam sertifikat serta surat keterangan penerimaan. Hal ini menjadikan Bintang Jasa Bakti bukan sekadar simbol, melainkan catatan sejarah personal dan institusional.
Bagi komunitas kepanduan dan sosial, penghargaan yang diterima Rico menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepanduan seperti pengabdian, solidaritas, dan kemanusiaan masih relevan di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai tersebut tidak hanya hidup di dalam organisasi, tetapi juga dalam tindakan nyata di masyarakat.
Ke depan, Rico berharap penghargaan ini dapat menjadi pemantik semangat, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi generasi muda untuk terus berbuat tanpa pamrih. Baginya, kehormatan tertinggi bukanlah medali atau bintang, melainkan ketika apa yang dilakukan memberi dampak nyata dan berarti bagi sesama.


