IMG_20260216_140808

Detrenz.com, Jakarta, 16 Februari 2026 – Memasuki Ramadhan 1447 H, Baitul Maal Hidayatullah atau BMH menggaungkan pesan yang tegas sekaligus menyentuh: Bahagia dengan Berzakat.

Tema ini bukan sekadar slogan musiman, melainkan ajakan reflektif bahwa kebahagiaan sejati seorang Muslim terletak pada keberanian berbagi dan kemampuan memberi manfaat nyata bagi sesama.

Di tengah tekanan ekonomi dan krisis kemanusiaan yang masih membayangi, zakat diposisikan sebagai energi perubahan yang konkret dan terukur.Sebagai lembaga amil zakat nasional, BMH menegaskan bahwa zakat bukan rutinitas tahunan yang selesai dalam satu transaksi.

Zakat adalah instrumen sosial yang jika dikelola dengan tepat mampu menekan kesenjangan, memperkuat daya tahan umat, dan menghidupkan solidaritas. Ramadhan, dalam perspektif ini, bukan hanya momentum spiritual untuk membersihkan jiwa dan harta, tetapi juga panggilan sosial untuk menghadirkan solusi di tengah krisis.Langkah menuju Ramadhan 1447 H berpijak pada capaian program tahun sebelumnya yang menunjukkan dampak luas di berbagai sektor.

Pada Ramadhan 1446 H, program Sebar Dai Ramadhan mengutus 1.500 dai ke wilayah-wilayah strategis di seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menguatkan moral dan optimisme masyarakat di daerah yang minim akses dakwah.Di sektor pendidikan, program Tebar Sejuta Al-Qur’an mendistribusikan 15.158 mushaf, termasuk 30 paket Al-Qur’an Braille untuk penyandang disabilitas netra.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi akses ilmu yang semakin inklusif. BMH memastikan bahwa cahaya Al-Qur’an menjangkau mereka yang sering kali luput dari perhatian.

Dalam layanan zakat konsumtif, sebanyak 12.116 paket zakat fitrah serta 15.125 paket fidyah dan kafarat telah disalurkan kepada para mustahik. Sementara itu, program buka puasa menghadirkan 273.539 paket berbuka di dalam negeri dan 1.040 paket untuk masyarakat terdampak konflik di Palestina dan Suriah.

Program Peduli Masjid pun menjangkau 168 masjid dan musholla melalui distribusi 12.116 set perlengkapan ibadah. Seluruh rangkaian ini menegaskan bahwa zakat mampu bergerak simultan, menyentuh dakwah, pendidikan, kemanusiaan, hingga infrastruktur ibadah.

Memasuki awal 2026, tantangan kemanusiaan semakin nyata. Dalam periode 1 Januari hingga 10 Februari 2026, tercatat 1.546.246 jiwa terdampak bencana alam di Indonesia, dengan 154 korban meninggal dunia.

Di Sumatera saja, sekitar 75.000 orang masih mengungsi, terutama di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Gayo Lues. Kerusakan hunian mencapai puluhan ribu unit rumah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta 4.546 fasilitas pendidikan ikut terdampak.

Merespons situasi tersebut, BMH menghadirkan program Bahagia Berbagi untuk Penyintas Bencana sebagai bagian dari gerakan Ramadhan 1447 H.

Program ini menyasar penyintas bencana di Sumatera sekaligus korban konflik kemanusiaan di Palestina dan Sudan.

Public Relations BMH Pusat, Imam Nawawi, menegaskan bahwa zakat harus hadir di titik-titik krisis, memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi selama Ramadhan sekaligus membantu membangun kembali harapan yang sempat runtuh.

Program Ramadhan tahun ini dirancang dengan pendekatan dampak berlapis. Dalam jangka pendek, distribusi zakat memastikan kebutuhan pangan, sandang, dan layanan dasar penyintas terpenuhi sehingga mereka dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang.

Dalam jangka panjang, intervensi zakat diarahkan untuk memperkuat modal sosial komunitas, meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap krisis, dan mendorong produktivitas ekonomi mustahik.BMH juga menaruh perhatian pada aspek psikologis. Bantuan zakat diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi, tetapi juga memulihkan kesehatan mental para penyintas.

Dukungan spiritual melalui dakwah dan pembangunan fasilitas ibadah menjadi bagian integral dari upaya membangun kembali optimisme.

Dengan mengurangi beban pengeluaran dasar, mustahik memiliki ruang untuk mengalokasikan pendapatan mereka pada kebutuhan produktif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.

Melalui tema Bahagia dengan Berzakat, Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas nasional. Zakat bukan lagi dipahami semata sebagai kewajiban personal, melainkan sebagai instrumen keadilan sosial yang inklusif dan transformatif.

BMH mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai titik balik kepedulian. Karena pada akhirnya, kebahagiaan dalam berzakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memastikan harapan tetap hidup di tengah mereka yang sedang berjuang.