KV Press Release Jumlah Penonton_2

Detrenz.com, Jakarta – 19 April 2025 – Film animasi produksi dalam negeri, “JUMBO,” mencatatkan pencapaian yang luar biasa dengan melampaui angka 5 juta penonton. Raihan impresif ini tidak hanya mengukuhkan posisinya sebagai film animasi terlaris sepanjang masa di Indonesia, tetapi juga berhasil menembus jajaran “Top 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa.”

Berdasarkan data dari agregator box office daring, Cinepoint, “JUMBO” berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh “Frozen II” (2019) dengan lebih dari 4,6 juta penonton. Momentum positif ini juga tercermin dalam peningkatan jumlah penonton harian yang mencapai puncaknya sejak penayangan perdana pada Jumat (17/4), dengan lebih dari 500 ribu tiket terjual dalam sehari. Pada hari ke-19 penayangannya, “JUMBO” juga mencatat rekor jumlah pertunjukan dengan tiket habis terjual terbanyak, mencapai 797 sesi.

Lebih lanjut, keberhasilan komersial “JUMBO” membawanya masuk ke dalam daftar bergengsi “Top 10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa,” sebagaimana dilansir dari data filmindonesia.or.id. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat “JUMBO” menjadi satu-satunya film animasi yang berhasil menembus dominasi film bergenre lain dalam daftar tersebut.

Sebelumnya, daftar 10 film Indonesia terlaris diduduki oleh:

  1. “KKN di Desa Penari” (10.061.033 penonton)
  2. “Agak Laen” (9.125.188 penonton)
  3. “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part I” (6.858.616 penonton)
  4. “Pengabdi Setan 2: Communion” (6.390.970 penonton)
  5. “Dilan 1990” (6.315.664 penonton)
  6. “Miracle in Cell No. 7” (5.861.067 penonton)
  7. “Vina Sebelum 7 Hari” (5.815.945 penonton)
  8. “Dilan 1991” (5.253.411 penonton)
  9. “Sewu Dino” (4.891.469 penonton)
  10. “Kang Mak: From Pee Mak” (4.860.565 penonton)

Dengan perolehan lebih dari 5 juta penonton pada hari ke-20 penayangannya, “JUMBO” kini menempati posisi ke-9 dalam daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa. Potensi untuk kenaikan posisi masih terbuka lebar, mengingat antusiasme masyarakat Indonesia, khususnya keluarga, terhadap film ini masih sangat tinggi.

Ryan Adriandhy, penulis dan sutradara “JUMBO,” mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian ini. “Sungguh luar biasa melihat ‘JUMBO’ mencapai titik ini. Setiap harinya menghadirkan kejutan yang tak pernah kami prediksi. Angka 5 juta penonton adalah apresiasi terbesar bagi seluruh tim kreatif ‘JUMBO’, Visinema, dan seluruh penonton di Indonesia. Kini, ‘JUMBO’ bukan lagi sekadar karya kami, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga Indonesia. Harapan saya, cerita ini dapat menjadi memori indah masa kecil anak-anak hari ini dan terus dikenang hingga generasi mendatang.”

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solehah, yang turut menyaksikan “JUMBO,” mengapresiasi film ini sebagai sarana hiburan yang konstruktif bagi perkembangan mental anak. Menurutnya, film ini secara komprehensif menyajikan dinamika interaksi anak-anak, termasuk perselisihan, kompetisi, hingga proses rekonsiliasi dan pembentukan semangat persatuan. Aspek-aspek ini dinilai sangat bermanfaat dalam membangun mental yang kuat pada anak-anak dengan latar belakang keluarga yang beragam.

Ai Maryati juga menekankan pentingnya peran pendampingan orang tua saat anak menonton film animasi. Imajinasi yang luas yang ditawarkan oleh animasi perlu diimbangi dengan pemahaman dan arahan yang tepat dari orang tua.

Senada dengan hal tersebut, Alissa Wahid dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan bahwa “JUMBO” membangkitkan kenangan akan orang-orang terkasih yang telah tiada, sekaligus mengapresiasi kualitas animasi yang dihasilkan oleh talenta dalam negeri. Beliau merekomendasikan film ini untuk ditonton oleh anak-anak dan orang tua, karena mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan bagi berbagai usia, termasuk tentang realitas kehidupan yang tidak selalu ideal namun sarat dengan momen kebahagiaan.