150065_optimized_100

Detrenz.com, Kubu Raya, 21 Mei 2026 – Hari Ibu Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2026 lalu, menjadi momen istimewa yang tak segera berlalu bagi warga SD Bina Bhakti.

Meski sudah lewat beberapa hari, semangat untuk menghormati dan mengapresiasi peran mulia seorang ibu tetap terasa kuat.

SD Bina Bakti pun resmi menggelar perayaan istimewa di lobi sekolah yang beralamat di Jalan Adisucipto, Kubu Raya.

Peringatan Hari Ibu Internasional ini dikhususkan bagi siswa lulusan Kelas 6 dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya dan hari ini merupakan tahun ke-10 di rayakan, baik di tingkat SD maupun TK.

Tujuannya agar anak‑anak senantiasa mengingat jasa orang tua. Melalui kegiatan mencuci kaki ibu, mereka diajarkan untuk tumbuh menjadi pribadi yang menghormati orang tua.

Suasana terasa begitu hangat, haru, dan penuh kasih sayang sejak acara dimulai. Perayaan ini sengaja diadakan sebagai wujud penghormatan mendalam terhadap jasa ibu, kasih sayang keluarga, serta peran besar kaum perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Bagi sekolah ini, Hari Ibu Internasional bukan sekadar perayaan biasa, melainkan kesempatan berharga untuk mengingat kembali betapa berharganya sosok ibu dalam kehidupan setiap orang.

Sejak pagi, wajah‑wajah ceria para siswa sudah terlihat berseri‑seri. Mereka tampak sangat antusias dan sibuk menyiapkan kejutan‑kejutan kecil yang penuh makna bagi ibu tercinta. Bagi anak‑anak ini, momen itu adalah cara terbaik untuk menyampaikan rasa terima kasih dan rasa hormat yang tulus kepada sosok yang tak pernah berhenti menyayangi dan mendidik mereka. Seluruh kegiatan berjalan lancar, diiringi kebahagiaan yang terasa di setiap sudut ruangan.

Turut hadir memeriahkan acara tersebut adalah Sugioto, yang akrab disapa Rico. Beliau merupakan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Umum Pengprov FOBI Kalbar.

Dalam kesempatan itu, Sugioto memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kegiatan yang digelar SD Bina Bhakti.

Menurutnya, perayaan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar hiburan semata. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini cara yang sangat indah untuk menanamkan nilai‑nilai baik kepada anak‑anak sejak dini. Mereka dibimbing agar tumbuh memiliki tata krama, etika, moral, wawasan luas, serta selalu menghormati orang tua. Dengan begitu, kelak kita akan memiliki generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” ujar Sugioto dengan tulus.

Ia pun menambahkan, keberhasilan seorang anak tak pernah terlepas dari doa dan pengorbanan seorang ibu. “Kasih sayang dan doa ibu adalah kekuatan terbesar yang mendorong anak meraih kesuksesan. Melalui kegiatan seperti ini, anak‑anak semakin sadar betapa besarnya jasa ibu yang tak akan pernah terbalaskan,” tambahnya.

Harapannya, kegiatan serupa tak hanya diadakan di SD Bina Bhakti, tetapi juga bisa menjadi teladan bagi seluruh sekolah dasar di Indonesia.

Bagi para siswa, perayaan ini menjadi momen yang tak terlupakan. Melalui nyanyian, pesan tertulis, dan kejutan yang mereka persiapkan sendiri, mereka belajar bahwa rasa sayang dan rasa hormat harus selalu diungkapkan, tak hanya di hari istimewa, tapi setiap hari. Di sinilah nilai‑nilai luhur itu ditanamkan, agar terus tumbuh dan melekat dalam hati mereka hingga dewasa nanti.

Pihak sekolah pun menjelaskan bahwa pemilihan waktu pelaksanaan pada tanggal 21 Mei ini dimaksudkan agar seluruh siswa dan orang tua bisa hadir sepenuhnya, sehingga makna Hari Ibu Internasional yang jatuh pada 10 Mei lalu bisa dirasakan lebih mendalam dan dirayakan bersama‑sama. Semangat yang sama pun terus dijaga, agar rasa syukur kepada ibu tak hanya muncul saat ada perayaan, tapi menjadi kebiasaan sehari‑hari.

Lebih dari sekadar acara, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tak hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga soal membentuk hati yang peka dan penuh rasa terima kasih. SD Bina Bhakti ingin memastikan bahwa setiap siswa paham: di balik setiap langkah maju yang mereka ambil, selalu ada kasih sayang ibu yang menjadi dasarnya.

Perayaan ini pun ditutup dengan suasana yang makin menyentuh hati. Semua yang hadir sepakat, Hari Ibu Internasional yang diperingati ini menjadi pengingat abadi: peran ibu tak tergantikan, kasihnya tak terukur, dan jasanya tak akan pernah terlupakan. Semangat yang dibagikan hari ini menjadi bekal indah bagi anak‑anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang menghargai, menyayangi, dan membanggakan orang tua mereka.