IMG_0320_100

Detrenz.com, Bangkok, 18 Desember 2025 – Michelin kembali menegaskan bahwa inovasi tidak selalu harus berbentuk mesin atau teknologi industri. Dalam rangkaian Michelin Beyond Performance, Asia Pacific Media Day 2025, Michelin menghadirkan sebuah pengalaman yang melampaui ekspektasi—sebuah makan malam eksklusif yang memadukan dunia teknologi komposit dengan seni kuliner kelas dunia.

Acara ini dirancang sebagai refleksi dari filosofi Michelin dalam mengembangkan material komposit mutakhir, yakni perpaduan presisi, fleksibilitas, dan inovasi berkelanjutan. Untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam pengalaman inderawi, Michelin menggandeng GOAT, restoran berbintang satu Michelin asal Bangkok yang dikenal akan pendekatan berani dan progresif terhadap masakan Thailand.

Berbeda dari jamuan media pada umumnya, makan malam ini menghadirkan konsep yang belum pernah dihadirkan sebelumnya di kawasan Asia Pasifik. Michelin menghadirkan dialog kreatif antara teknologi dan gastronomi, di mana inovasi material disandingkan dengan kreativitas dapur, menciptakan pengalaman yang imersif dan penuh makna.

GOAT, di bawah kepemimpinan Chef Tan-Parkorn Kosiyabong, dikenal sebagai restoran yang menjadikan transformasi sebagai inti identitasnya. Setiap hidangan bukan sekadar sajian, melainkan interpretasi ulang terhadap tradisi, bahan lokal, dan teknik memasak. Pendekatan ini sejalan dengan cara Michelin mendefinisikan inovasi—mengambil elemen yang sudah ada dan menyusunnya kembali menjadi sesuatu yang lebih kuat dan relevan.

Reputasi GOAT semakin kokoh setelah kembali meraih Satu Bintang MICHELIN dalam MICHELIN Guide Thailand 2025 dan 2026, sekaligus Green Star yang menandai komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Pada kesempatan ini, GOAT keluar dari dapurnya di Bangkok dan menghadirkan visinya di ruang baru, menegaskan fleksibilitas dan konsistensi kualitas yang menjadi ciri restoran kelas dunia.

“Konsep komposit memberi kami sudut pandang baru untuk menafsirkan ulang masakan Thailand. Setiap hidangan adalah lapisan bahan, teknik, dan cerita yang disatukan untuk menciptakan karakter yang lebih kuat—mirip dengan komposit Michelin,” ungkap Chef Kosiyabong.

Malam dibuka dengan tiga hidangan pembuka ringan yang disajikan saat resepsi, masing-masing terinspirasi dari wilayah berbeda di Thailand. Dari Nakhon Si Thammarat dengan paduan pomelo, asam jawa, dan bunga teratai; Surat Thani dengan kari kepiting kaya rasa yang diperkaya sour cream buatan rumah; hingga sajian “Home” yang memadukan hati bebek, pisang, dan semangka dalam satu gigitan yang berani dan playful.

Hidangan pembuka utama terinspirasi dari Mae Hong Son, menampilkan busa ham, pipi babi, dan telur bebek. Sajian ini menghadirkan keseimbangan rasa asap, krim, dan umami, mencerminkan karakter pegunungan Thailand Utara yang sederhana namun penuh kedalaman.

Untuk hidangan utama, GOAT menyajikan The South—wagyu Thailand dengan nasi panggang, roti, dan beragam bumbu pelengkap. Terinspirasi dari sarapan khas Thailand Selatan, tamu diajak merangkai pengalaman rasa mereka sendiri, layaknya menyusun komposit dengan presisi dan tujuan.

Penutup malam datang dari Prachin Buri, hidangan berbasis kelapa, pandan, dan nasi ketan. Sederhana namun emosional, sajian ini menjadi penghormatan terhadap warisan agrikultur Thailand sekaligus penutup yang hangat dan menenangkan.

Dalam konteks Michelin, komposit bukan sekadar istilah teknis, melainkan filosofi. Seperti ban Michelin yang menggabungkan berbagai material untuk performa unggul, menu GOAT menunjukkan bagaimana bahan lokal, tradisi, dan inovasi modern dapat bersatu menciptakan pengalaman yang melampaui ekspektasi.

“Komposit dan pengalaman yang membawa perubahan adalah inti dari Michelin. Makan malam ini menggambarkan bagaimana prinsip inovasi dan kreativitas dapat diwujudkan dalam bentuk pengalaman kuliner yang tak terlupakan,” ujar Sheena Flannery, Director of Communications Michelin Asia Pacific.

Lebih dari sekadar perayaan rasa, makan malam ini menjadi simbol bagaimana Michelin terus mendorong batas—menghubungkan teknologi, keberlanjutan, dan kreativitas dalam satu pengalaman yang relevan, berani, dan penuh inspirasi.