Foto_3_optimized_100 (1)

Detrenz.com, Padang Pariaman, Sumatra Barat, 6 April 2026 – Sebuah transformasi luar biasa terjadi di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Berawal dari satu langkah berani warga desa bernama Ritno Kurniawan, desa ini kini menjelma menjadi pusat ekowisata yang tidak hanya melestarikan alam, tetapi juga mengerek ekonomi masyarakatnya. Jika dulu Ritno dan tetangganya menggantungkan hidup dari menebang kayu di hutan, kini mereka menjadi garda terdepan penggerak pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan.

Dulu, mayoritas warga desa menggantungkan hidup dari aktivitas penebangan kayu. Pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi tiga kali seminggu, memang lumayan. Namun, risiko keselamatan yang tinggi dan potensi kerusakan lingkungan di kawasan lindung Bukit Barisan tak bisa diabaikan. Aktivitas ini jelas mengancam kelestarian alam yang sebenarnya menyimpan potensi ekonomi jauh lebih besar.

Melihat keindahan alam Nyarai yang memukau mulai dari jalur trekking menantang, lubuk dan kolam alami yang jernih, hingga jalur arung jeram yang seru Ritno mulai menginisiasi pengembangan wisata berbasis masyarakat. Dengan pendekatan persuasif dan pendampingan langsung di lapangan, masyarakat desa perlahan mulai membuka diri terhadap peluang baru ini. Mereka mulai percaya bahwa alam Nyarai bisa menjadi sumber penghidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Kawasan Nyarai di Bukit Barisan I ini punya potensi wisata alam luar biasa. Dulu 80% warga bergantung pada penebangan kayu yang berisiko dan merusak lingkungan. Tapi sekarang, dengan pendampingan konsisten, mereka jadi pemandu wisata alam profesional. Pendapatan mereka rata-rata Rp400-500 ribu per minggu, lho!” ujar Ritno Kurniawan, Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai, dengan bangga.

Perubahan signifikan ini tak lepas dari dukungan program Desa Sejahtera Astra (DSA). Program ini memberikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, menyediakan peralatan pendukung, serta membantu mengembangkan atraksi wisata baru seperti arung jeram. Dalam waktu singkat, sekitar tiga bulan, masyarakat yang tadinya awam soal pariwisata kini mampu menjadi pemandu wisata alam profesional dan tersertifikasi.

Kini, tercatat 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata. Sebanyak 25 orang bahkan menjadi pengurus inti. Mereka yang dulu bergantung pada penebangan kayu, kini bertransformasi menjadi tenaga profesional yang menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan pengalaman wisata tak terlupakan.

Seiring meningkatnya aktivitas wisata, ekosistem ekonomi desa pun ikut menggeliat. Munculnya homestay, layanan pemandu wisata, dan berbagai usaha pendukung lainnya membuka lapangan kerja baru. Peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara (termasuk dari Malaysia), semakin memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan komitmen Astra. “Astra berkomitmen mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal. Ekowisata berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Nyarai ini membuktikan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat bisa berjalan seiring. Dengan pelatihan, penguatan kapasitas, dan ekosistem yang tepat, masyarakat punya penghidupan stabil, aman, dan jadi penjaga kelestarian kawasan.”

Ke depan, pengembangan Desa Sejahtera Astra Nyarai diharapkan terus memperkuat ekonomi desa berbasis pariwisata alam berkelanjutan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan potensi lokal bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Semangat Astra untuk memberdayakan masyarakat desa melalui kolaborasi multipihak dan pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan sejalan dengan cita-cita Astra untuk “Sejahtera Bersama Bangsa” dan komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.