23 September 2026
454813_optimized_100

Detrenz.com, Kubu Raya, 23 September 2026 — Irama gendang yang bergema, bukan hanya gerakan indah yang ditampilkan ,di balik setiap lompatan, putaran, dan kebersamaan yang terjalin, ada sesuatu yang jauh lebih berharga: warisan yang dijaga, generasi yang dibentuk, dan persaudaraan yang mengikat beragam suku dalam satu harmoni.

Inilah semangat yang diusung dalam pelantikan Ketua dan Pengurus Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kubu Raya momen bersejarah yang bukan sekadar pergantian nama di papan pengumuman, melainkan babak baru bagi budaya, olahraga, dan kebersamaan di tanah Kalimantan Barat.

Upacara pelantikan ini berlangsung penuh kekhidmatan, dihadiri Wakil Bupati Kubu Raya, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, jajaran pengurus FOBI Kalimantan Barat, serta pimpinan organisasi olahraga dan kemasyarakatan lainnya, KONI, NPC, KORMI, PERBASI, Pemuda Pancasila, KAPMI, para pelatih, atlet, sesepuh, hingga ketua FOBI se-Kalbar, kehadiran mereka menegaskan satu hal, Barongsai milik semua orang yang mencintai keindahan dan kebersamaan.

Sugioto, yang akrab disapa Rico, Ketua Umum Pengprov FOBI Kalimantan Barat, membuka sambutannya dengan rasa syukur yang tulus. “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang berbahagia ini,” ucapnya. Kepada pengurus baru yang baru saja dilantik, ia menyampaikan harapan sekaligus tantangan: “Selamat bekerja dan sukses selalu. Amanah yang diterima ini bukanlah beban ringan. FOBI bukan sekadar organisasi olahraga, ia adalah wadah pemersatu budaya, tempat mencetak prestasi, dan ruang membentuk karakter generasi muda bangsa.”

Barongsai bukan milik satu golongan saja. Ia adalah warisan yang telah menyatu dengan jati diri Kalimantan Barat , tumbuh beriringan dengan budaya Melayu, Dayak, dan beragam suku lainnya, hidup berdampingan dalam kedamaian dan saling menghormati. “Tugas kita adalah menjaga marwah budaya ini, mengukir prestasi sambil membawanya ke panggung nasional hingga internasional,” tegas Rico. Bukan sekadar tampil indah, tetapi juga diakui, dihormati, dan dibanggakan di mana pun.

Kepada pengurus baru, Rico menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi panduan arah langkah ke depan. Pertama: satukan barisan. “Jangan jalan sendiri-sendiri, rangkul semua sasana, semua perkumpulan, semua peguyuban yang ada, tidak ada yang paling senior, tidak ada yang paling junior, kita semua satu keluarga besar FOBI.” Persatuan adalah fondasi, tanpa itu, gerakan seindah apa pun tak akan kokoh berdiri.

Kedua: fokus membina atlet. Kubu Raya menyimpan potensi luar biasa anak-anak muda berbakat sudah ada, tinggal ditempa dengan benar. “Mari kita bina mereka dengan sistem yang terarah, latihan yang disiplin, dan semangat pantang menyerah. Target kita jelas: Kubu Raya harus menjadi lumbung atlet Barongsai bagi Kalimantan Barat, bahkan bagi Indonesia.” Bakat yang terlatih adalah investasi terbaik bagi masa depan.

Ketiga: jaga sportivitas dan budaya. “Menang itu penting, tetapi menjaga persaudaraan dan nilai budaya jauh lebih penting.” Atlet Barongsai Kalbar harus dikenal bukan hanya karena kemampuannya di atas panggung, melainkan juga karena sopan santun, kerendahan hati, dan persahabatan yang dibangun di mana pun mereka pergi. Kemenangan yang merusak persaudaraan bukan kemenangan sejati.

Rico juga tak lupa menundukkan kepala kepada pengurus sebelumnya. “Terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan, tanpa perjuangan saudara-saudara, FOBI Kubu Raya tidak akan sampai di titik ini.” Langkah maju hari ini berdiri di atas fondasi yang dibangun dengan keringat dan kesetiaan mereka yang mendahului.

Kepada ketua yang baru dilantik, pesannya tegas: “Jabatan ini adalah pelayanan, bukan kekuasaan, semakin tinggi kedudukannya, semakin besar pula tanggung jawab untuk melayani atlet, pelatih, dan masyarakat.” Memimpin FOBI berarti mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, melayani, mengayomi, dan menggerakkan semua orang untuk tumbuh bersama.

“Kami berharap kepengurusan baru ini membawa FOBI Kubu Raya semakin maju, berprestasi, dan membudaya,” lanjut Rico. Menjadi teladan bagi kabupaten lain kompak, membina anak-anak muda, dan selalu menjaga ikatan kekeluargaan. Prestasi tanpa kebersamaan akan terasa hampa; kebersamaan tanpa prestasi akan berjalan di tempat. Keduanya harus berjalan beriringan.

Kalimantan Barat tidak hanya butuh juara, tetapi juga teladan. “Saya percaya di bawah kepemimpinan ketua yang baru, FOBI Kubu Raya akan semakin solid dan berprestasi hingga ke kancah internasional,” ujarnya dengan keyakinan. Harapan itu bukan datang dari kosong, melainkan dari melihat semangat yang berkumpul di ruangan ini.

Rico menutup dengan seruan yang menggema di hati setiap hadirin: “Mari kita bersama-sama membesarkan FOBI Kalbar dengan semangat: Satu Barongan, Satu Hati, Satu Prestasi!” Tarian ini ditarikan bersama, kemenangan ini diraih bersama, dan nama baik FOBI dibangun bersama satu irama, satu langkah, satu tujuan.

Dan di sinilah awalnya: di Kubu Raya, di bawah panji kebersamaan, Barongsai bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah kekuatan masa depan, mengangkat generasi muda, merawat keberagaman, dan membuktikan bahwa dalam perbedaan, kita bisa bergerak sebagai satu kesatuan.